5 Ciri yang BUKAN Bagian dari Teks Berita (Eh, Kok Gitu?)

Table of Contents

Hai, Sobat Penulis! Pernah nggak sih, kamu baca sesuatu dan mikir, "Kok ini kayaknya bukan berita, ya?". Nah, mungkin aja tulisan itu nggak punya ciri-ciri kebahasaan teks berita yang seharusnya. Biar nggak salah kaprah, yuk kita bahas 5 hal yang bukan ciri kebahasaan teks berita. Siap-siap catat, ya!

Berita

1. Bertele-tele dan Subjektif (Nggak To the Point!)

Berita itu harus lugas dan langsung ke intinya. Bayangin aja kalau berita isinya muter-muter kayak drama Korea, pasti bikin pembaca bosan, kan? Nah, ciri bukan berita yang pertama adalah bertele-tele dan subjektif. Berita yang baik menyampaikan informasi secara objektif, berdasarkan fakta, dan menghindari opini pribadi penulis.

Contoh: "Menurut saya, kebakaran itu sangat mengerikan dan membuat hati saya teriris. Saya merasa kasihan sekali dengan para korban." (Subjektif)

Contoh Berita yang Benar: "Kebakaran yang terjadi di Pasar Senen menghanguskan 50 kios. Api diduga berasal dari korsleting listrik." (Objektif)

2. Bahasa Figuratif yang Berlebihan (Puisi di Berita?)

Meskipun bahasa yang menarik penting, berita bukanlah puisi atau cerpen. Menggunakan bahasa figuratif secara berlebihan justru bisa mengaburkan informasi dan membuat pembaca bingung. Jadi, hindari penggunaan majas metafora, personifikasi, dan hiperbola yang terlalu banyak dalam teks berita.

Contoh: "Si jago merah melahap habis seluruh isi rumah, meninggalkan kepulan asap hitam yang menari-nari di langit." (Figuratif Berlebihan)

Contoh Berita yang Benar: "Api menghanguskan seluruh isi rumah, menyebabkan asap tebal membumbung tinggi." (Lugas dan Informatif)

3. Isinya Clickbait dan Sensasional (Hati-hati Hoax!)

Judul yang bombastis dan isi yang sensasional memang bisa menarik perhatian, tapi kalau nggak sesuai fakta, itu namanya clickbait dan bisa termasuk hoax. Berita yang baik mengutamakan akurasi dan menghindari judul atau isi yang berlebihan dan menyesatkan. Ingat, kredibilitas itu penting!

Contoh: "HEBOH! Artis X Kepergok Selingkuh dengan Alien!!" (Clickbait dan Sensasional)

Contoh Berita yang Benar: "Polisi Menangkap Pelaku Pencurian di Toko Swalayan" (Informatif dan Tidak Sensasional)

Clickbait

4. Tidak Ada Data dan Sumber yang Jelas (Dari Hong Kong?)

Berita yang kredibel harus didukung oleh data dan sumber yang jelas. Jangan sampai berita yang kamu tulis cuma berdasarkan "katanya" atau gosip belaka. Sebutkan narasumber, data statistik, atau lembaga resmi yang mendukung informasi yang kamu sampaikan. Ini penting agar pembaca percaya dengan berita yang kamu tulis.

Contoh: "Katanya sih, harga BBM bakal naik minggu depan." (Tidak Ada Sumber)

Contoh Berita yang Benar: "Menteri ESDM mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi sebesar Rp 500 per liter, efektif mulai minggu depan." (Sumber Jelas)

5. Struktur yang Kacau dan Tidak Sistematis (Bingung Bacanya!)

Berita yang baik memiliki struktur yang jelas dan sistematis, biasanya menggunakan format 5W + 1H (What, Where, When, Who, Why, How). Informasi disajikan secara terstruktur agar mudah dipahami oleh pembaca. Hindari penulisan yang lompat-lompat atau tidak runtut.

Contoh: "Korban ditemukan pingsan di pinggir jalan. Kecelakaan terjadi pukul 07.00 WIB. Sebuah truk menabrak sepeda motor." (Struktur Kacau)

Contoh Berita yang Benar: "Sebuah truk menabrak sepeda motor di Jalan Merdeka pukul 07.00 WIB. Korban ditemukan pingsan di pinggir jalan dan langsung dilarikan ke rumah sakit." (Struktur Sistematis)

5W1H

Tips Tambahan:

  • Verifikasi Informasi: Pastikan informasi yang kamu tulis akurat dan valid. Cek dari beberapa sumber terpercaya sebelum mempublikasikan berita.
  • Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami: Hindari penggunaan istilah-istilah yang terlalu teknis atau sulit dimengerti oleh masyarakat umum.
  • Tulis Secara Ringkas dan Padat: Sampaikan informasi secara efektif dan efisien. Hindari kalimat yang panjang dan berbelit-belit.
  • Perhatikan Etika Jurnalistik: Jaga privasi narasumber, hindari plagiarisme, dan beritakan informasi secara berimbang.

Statistik Menarik:

Menurut survei dari [Nama Lembaga Survei] pada tahun [Tahun], sebanyak [Persentase]% masyarakat Indonesia mengakses berita online setiap harinya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran media dalam memberikan informasi yang akurat dan terpercaya. Oleh karena itu, sebagai penulis atau pembaca, kita harus kritis dan selektif dalam memilih dan menyebarkan informasi.

Kesimpulan

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan, 5 ciri yang bukan bagian dari teks berita. Ingat, berita yang baik itu informatif, objektif, dan kredibel. Yuk, kita sama-sama bijak dalam menulis dan mengonsumsi berita. Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu, ya!

Punya pertanyaan atau mau berbagi pengalaman seputar penulisan berita? Tulis di kolom komentar di bawah, ya! Ditunggu banget loh! Atau kalau kamu mau tahu lebih lanjut tentang tips menulis, kamu bisa kunjungi lagi blog ini di lain waktu. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Posting Komentar